Kejahatan yang Dilakukan Oleh Mahasiswa. Termasuk Melakukan Tindakan Korupsi di Kampus

 

Mahasiswa

 

Banyaknya pelaku melakukan tindak pidana korupsi disebabkan karena berbagai kesempatan yang ada. Kesempatan ini tidak hanya ada saat seseorang sudah memiliki jabatan tinggi namun kesempatan dapat ditemukan sejak seseorang menjadi mahasiswa. Pada lingkungan kampus ada beberapa kesempatan yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk melakukan tindakan korupsi terutama pada saat mahasiswa mengelola sebuah program kerja. Program kerja kegiatan kampus dan organisasi adalah tempat yang sangat rentan untuk melakukan praktik korupsi dikarenakan rendahnya tingkat pengawasan oleh pihak kampus. Serta rendahnya wawasan mereka tentang pengertian antikorupsi yang  didukung dengan kurangnya nilai moral dalam diri.

 

Tidak hanya itu, korupsi yang dilakukan di kalangan mahasiswa juga termasuk perbuatan sekecil melakukan berbagai kecurangan seperti menyontek dan datang terlambat. Dengan melakukan tindakan-tindakan tersebut membuktikan kurangnya integritas yang dimiliki dan rendahnya pengertian antikorupsi oleh para mahasiswa.

 

Dengan semakin tingginya pendidikan seseorang juga memberi kesempatan bagi orang tersebut memperoleh jabatan yang semakin tinggi pada sebuah institusi. Karena jabatan yang semakin tinggi, jumlah pengawasan semakin rendah dan akses yang didapatkan juga semakin banyak. Hal ini yang menjadi kesempatan untuk melakukan tindak korupsi.


Sejauh ini pemerintah telah melakukan beberapa upaya untuk mengurangi tindakan korupsi di kampus oleh mahasiswa. Salah satunya adalah melalui mengadakannya pendidikan antikorupsi yang merupakan proses pembelajaran dan pembentukan perilaku yang berkaitan dengan pencegahan perilaku koruptif dan tindak pidana korupsi yang diselenggarakan pada program diploma dan sarjana, baik pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Pendidikan antikorupsi wajib diselenggarakan melalui mata kuliah, baik itu Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU) atau Mata Kuliah yang Relevan, selain itu bisa dalam bentuk Kegiatan Kemahasiswaan dan/atau Kegiatan Pengkajian Untuk Kegiatan Kemahasiswaan.


Pendidikan antikorupsi ini merupakan upaya pencegahan praktik korupsi dengan memberikan mahasiswa dasar-dasar dan pola pikir yang sesuai dengan moralitas. Upaya peningkatan moral melalui pendidikan adalah faktor kunci yang bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang korupsi.

 

Salah satu langkah yang harus dilakukan untuk memberhentikan tindakan korupsi di kampus oleh mahasiswa adalah dengan cara melakukan tindakan represif berupa pemberian sanksi yang berat agar para pelaku mendapatkan efek jera sehingga mereka tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.  


Setiap perguruan tinggi memiliki kebijakan sanksi masing-masing dan berbeda untuk menindak perilaku atau tindakan kategori berat lainnya, termasuk tindak korupsi salah satunya. Namun, kebijakan sanksi tersebut sudah merujuk sesuai peraturan yang telah kemendikbudristek keluarkan, yang terpenting dari kebijakan itu menimbulkan efek jera bagi pelakunya.


Oleh karena itu diperlukan peraturan pemerintah mengenai penyeragaman sanksi yang ketat terhadap tindak korupsi yang dilakukan oleh mahasiswa seperti contohnya hukuman drop out bagi mahasiswa yang menyontek serta mencabut ijazah atau mencoret nama dari daftar alumni kampus untuk hal apapun yang terkait dengan tindak pidana korupsi. Sehingga para pelaku mendapatkan efek jera dan tidak akan mengulangi perbuatannya. Pemerataan sanksi juga diperlukan untuk mengatasi tindakan korupsi di tingkat mahasiswa. Sanksinya dapat berupa mengulang mata kuliah ataupun drop out. Selain efektif untuk memberi efek jera, ini juga dapat membuat mahasiswa berpikir kembali sebelum melakukan berbagai tindak kecurangan.

Posting Komentar

0 Komentar